RAPAT KOORDINASI PP-TIM DENGAN ORGANISASI SEKTORAL

Jakarta, Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP-TIM) menggelar rapat koordinasi dengan para Pembina dan pengurus beberapa yayasan bentukan PP-TIM dan yayasan-yayasan lainnya sebagai organisasi sektoral fungsional. Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Ketua Umum PP-TIM, DR. Ir. Surya Darma, MBA yang didampingi oleh Ketua Umum, Teuku Azwani Sabil, SE, dan Sekretaris Umum, Kaharuddin Syah, SH, S.IP, MM, M.Si.  Agenda acara dimulai dengan penjelasan umum dan tujuan pelaksanaan rapat koordinasi oleh Ketua Umum PP-TIM antara lain menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari amanat rapat kerja PP-TIM I/ 2013 yang telah berlangsung pada tanggal 20 April 2013 lalu. Dimana salah satu agenda adalah untuk menyelesaikan aset-aset yang belum terselesaikan pada masa bakti yang lalu namun sudah terinventarisasi. Masalah penyelesaian aset ini dilakukan berlandaskan Anggaran Dasar (AD) Taman Iskandar Muda (TIM) dimana dalam salah satu pasal ditegaskan bahwa TIM diamanatkan untuk melalakukan koordinasi dalam pengelolaan semua aset-aset milik yayasan-yayasan dan badan usaha yang berkaitan dengan Taman Iskandar Muda.

Agenda berikutnya adalah pengarahan dari Dewan Penasehat PP-TIM yang diwakili oleh H. Adnan Ganto di antaranya menyampaikan bahwa pada kesempatan ini beliau mewakili Dewan Pembina PP-TIM memberi apresiasi dan sangat mendukung pel;aksanaan rapat koordinasi seperti ini oleh karena itu hendaknya kegiatan serupa ini dilakukan beberapa kali dalam satu periode.
Dalam Agenda lanjutan berupa laporan perkembangan penyelesaian aset yang disampaikan oleh Ketua Badan Pengelolaan (BP) Aset PP-TIM, H. Rutni Saleh mengemuka beberapa kendala penyelesaian aset TIM secara menyeluruh, menyangkut respon cabang-cabang TIM pemilik aset yang berjumlah sebanyak 29 cabang dengan jumlah aset sekitar 9000 m2 berupa tanah dengan nilai mencapai Rp 60 Milyar hanya dua cabang TIM yang telah memperoleh sertifikat hak milik atas aset yang dimiliki selebihnya masih harus berurusan dengan persoalan hukum dan administrasi dengan Badan Pertanahan Nasonal. Salah satu kendala yang berarti adalah rendahnya respon pengurus cabang TIM terhadap penyelesaian aset ini. Pada hal  BP Aset PP-TIM telah mengirimkan panduan pengurusan aset sejak awal Februari 2013 lalu.

Perkembangan yayasan-yayasan di lingkungan TIM merupakan agenda tersendiri yang disampaikan oleh para Pembina atau yang mewakili masing-masing yayasan yang hadir. Diawali oleh Orida Abidin Adiwijaya, Ketua Yayasan Cinta Ibu Serambi Makkah. Yayasan yang lahir di bawah naungan  PP-TIM ini terbentuk pada takhir1998 dengan membawa misi perlidungan kepada kaum ibu dan anak-anak di nanggroe Seuramoe Makkah yang sedang didera konflik vertikal. Berikutnya Yayasan Iskandar Muda (YIM) yang terbentuk pada tahun 1989 kini telah berkembang pesat dan memiliki saham di BPR Tapeuna Dana. Demikian menurut H. Muchtar Yahya selaku Ketua Yayasan yang didampingi oleh Zahidy T.A. Dahlan Selaku bendahara yayasan. H. Marwan Cut Hasan, SE, Wakil Ketua Yayasan Kesejahteraan Taman Iskandar Muda melaporkan sekilas tentang pengurusan aset tanah untuk pembangunan Wisma Taman Iskandar Muda sudah rampung tinggal menunggu realisasi pembangunan gedung. Selanjutnya secara berturut-turut menyampaikan laporan yaitu, Drs. H. M. Asjik Ali mewakili Pembina Yayasan Makmu Beusare, H. AR. Ramly dari Yayasan Malem Putra, H. AR Abbas dari Yayasan Putra MAMA (yayasan yang terbentuk berlatar belakang konflik vertikal Aceh dan konflik horizontal Maluku), Letjen TNI (Purn) Tamlicha Ali, Ketua Yayasan Taman Iskandar Muda yang bergerak di bidang pendidikan ini juga terbentuk dari embrio PP-TIM yang berlatar belakang konflik Aceh. Selanjutnya laporan dari Yayasan Tjoet Nja’ Dhien disampaikan oleh Cut Yohasmi Ilyas dan sebagai laporan terakhir dari Yayasan Wisma Mahasiswa Pelajar Indonesia (YWMPI)/ FOBA yang diwakili oleh H. Rusli Tjut Ahmad dan Ahmad Sjoekri Muhammadiyah Hadji dengan pokok bahasan optimalisasi aset FOBA.
Sedangkan dua yayasan yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan TIM yaitu Yayasan Raudhatul Jannah (Balai Kampung Jawa, Pasar Minggu), laporannya disampaikan oleh Dewan Pembina, H. Oesman MAR, SE dan laporan Yayasan Sirajul MUDI al-‘Aziziyyah disampaikan Tgk. Ibrahim, selaku ketua yayasan.

Rapat koordinasi yang berlansung pada hari Jum,at, 22 Nopember 2013 dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari berbagai unsur,  di antaranya; unsur Dewan Pembina TIM, PPh, Pengurus Badan serta para Pembina dan para pengurus yayasan di lingkungan Taman Iskandar Muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*