Rapat paripurna Majelis Mufakat Tentang Evaluasi Satu Tahun Kinerja

Pengurus Majelis Mufakat Taman Iskandar Muda (TIM) menggelar rapat paripurna dengan Pengurus Pusat Taman Iskandar (PP-TIM) terkait evaluasi  satu tahun kinerja PP-TIM bertempat di Mess Aceh, Jalan RP Soeroso No. 14 Jakarta Pusat, Senin, 14 April 2014. Ketua Majelis Mufakat TIM, Iskandar Ali saat membuka rapat menegaskan bahwa sesuai dengan amanah AD/ART, Majelis Mufakat bermaksud mengevalusi kinerja kepengurusan PP-TIM selama satu tahun berjalan ini. Dalam  laporan PP-TIM, Majelis Mufakat akan mendengarkan pencapaian sasaran dari pelaksanaan program kerja PP-TIM yang dilanjutkan dengan pembahasan laporan tersebut. Selanjutnya diharapkan kepada anggota Majelis Mufakat untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap perlu sebagai pendalaman dari laporan yang telah disampaikan PP-TIM. Kesimpulan hasilnya akan disampaikan sebagai rekomendasi dari Majelis Mufakat terhadap kinerja kepengurusan PP-TIM selama satu tahun ke depan. Kepada peserta rapat beliau berharap dapat member masukan yang bersifat konstruktif agar dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi, tidak hanya fokus pada kealpaan-kealpaan PP-TIM selama satu tahun belakangan.

Ketua Umum PP-TIM, DR. Ir. Surya Darma, MBA, menjelaskan bahwa  kepengurusan PP-TIM untuk masa bakti 2013-2017 dikukuhkan pada bulan Januari 2013. Selama kepengurusan berjalan, ini adalah rapat Majelis Mufakat yang pertama dan merupakan bagian dari rencana kerja dimana kita bisa menyampaikan progres dari program kerja yang telah berjalan selama 1 tahun terakhir. PP-TIM telah melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka menyusun laporan yang akan disampaikan kepada Majelis Mufakat hari ini. Laporan ini akan kami sampaikan secara umum dan akan diperjelas oleh masing-masing Badan dan Bidang.

Sejak pelantikan pada tanggal 27 Januari 2013, PP-TIM telah melakukan rapat I yaitu konsolidasi internal tentang langkah-langkah yang akan dilakukan setelah pelantikan yang dihadiri oleh pengurus lengkap dari BPH, 5 badan dan 13 bidang. Semua kegiatan telah dibahas pada Raker I yang dilaksanakan pada 26 April 2013 yang dihadiri oleh Penguru Pusat, Majelis Mufakat, Dewan Penasehat, Pengurus Cabang, organisasi lokal dan organisasi sektoral dalam lingkungan TIM.

Dalam laporan PP-TIM hari ini akan disampaikan menurut Badan, Bidang, Kesekretariatan dan Kebendaharaan.

1.    Kegiatan Badan-Badan dan Bidang-Bidang :

Secara umum ada beberapa hal yang akan diselesaikan selama kepengurusan 2013-2017 ini, yaitu :

  • Penyelesaian aset-aset yang dimiliki oleh TIM yang bila dihitung sudah mencapai puluhan milyar. Ada 28 meunasah + tanah, ada 10 yayasan yang terkait dengan TIM baik langsung maupun tidak langsung, dan ada beberapa badan usaha yang telah lama dibentuk, ada yang masih aktif dan ada yang sudah tidak aktif yaitu berupa BMT. Ini merupakan target utama yang ingin kami diselesaikan karena kami khawatir bahwa aset-aset ini sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini apabila tidak diadministrasikan dengan baik dikhawatirkan aset-aset ini mungkin secara fakta ada pada kita tetapi secara administrasi mungkin tidak ada pada kita.
  • Rencana pembangunan Wisma TIM berlantai tiga di bekas Asrama Perahu. Ini membutuhkan perhatian dan dukungan yang sangat besar dari Taman Iskandar Muda.
  • Mendorong agar pembinan perempuan, remaja dan anak-anak dalam lingkungan TIM khususnya untuk hal-hal yang sifatnya kebudayaan, keacehan, moral dan sebagainya menjadi perhatian. Oleh karena itu PP-TIM telah sepakat untuk memberdayakan bidang pemberdayaan perempuan, pembinaan remaja dan anak-anak untuk fokus melakukan kegiatan-kegiatan yang mungkin dalam satu hingga dua tahun ke depan akan banyak menyita perhatian kita.
  • Beberapa hal yang dilaporkan secara detail sebagai berikut :

Untuk pendayagunaan aset. Aset-aset yang ada dalam lingkungan Taman Iskandar Muda pada tingkat cabang adalah 28 meunasah + tanah. Pada tingkat pusat aset-aset tersebut termasuk di antaranya adalah :

  • Yayasan Taman Iskandar Muda
  • Yayasan Iskandar Muda
  • Yayasan Kesejahteraan Taman Iskandar Muda
  • Yayasan WMPI (ex- Asrama Foba)
  • Yayasan Tjoet Nja’ Dhien
  • Yayasan Raudhatul Jannah
  • Yayasan Makmu Beusaree
  • Yayasan Cinta Ibu Seurambi Makkah
  • Yayasan Malem Putra
  • Yayasan Putra MAMA

Saat ini Badan Pendayagunaan Aset sedang melakukan pembenahan-pembenahan dalam rangka penyelesaian aset-aset, baik di tingkat pusat maupun di tingkat cabang.

  • Badan Pengelolan dan Pengembangan Wisma TIM. Badan ini fokus untuk pembangunan Wisma TIM sebagai sekretariat PP-TIM dan sekretariat organisasi yang ada di lingkungan TIM, sekaligus sebagai pengelola dan pengembangannya yang nanti akan bekerjasama dengan Yayasan Kesejahteraan Taman Iskandar Muda. Pembangunannya direncanakan pada tanah seluas ±400m, bangunan seluas ±750m berlantai 3 dengan biaya ± 4,3 milyar dan diharapkan dapat selesai dalam waktu 18 bulan. Gambar sudah selesai saat ini dalam proses pengurusan IMB. TIM telah melakukan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat Aceh untuk mendapatkan masukan-masukan apa yang perlu dilakukan dalam rangka pembangunan wisma ini. Dalam pertemuan tersebut telah disepakati dan didorong agar pembangunan ini dilakukan sesegera mungkin. Rencananya sebelum bulan Ramadhan tahun ini akan diadakan ground breaking pembangunan fondasi untuk tahap pertama setelah IMB keluar. IMB diharapkan bisa selesai dalam bulan ini sehingga pembangunan bisa dimulai pada bulan Mei.

Dari seluruh anggaran yang dibutuhkan, saat ini PP-TIM sudah mendapatkan komitmen dari alokasi dana zakat tahun 2013 sebesar Rp 100 juta, sumbangan dari Bapak Ismail Sofyan Rp 100 juta, bantuan yang diharapkan melalui yayasan Iskandar Muda sebesar Rp 500 juta, bantuan dari yayasan Taman Iskandar Muda sebesar Rp 1 milyar. Dengan kondisi keuangan yang ada sekarang dengan jumlah Rp 1,7 milyar, kita berharap pembangunannya akan bisa dimulai bulan depan. Kekurangannya akan kita galang dari berbagai pihak, terutama dari kalangan Taman Iskandar Muda. Bila dana yang kita dapatkan berlebih dari yang dibutuhkan untuk pembangunan, maka dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pengelolaan dan pengembangan wisma TIM tersebut. Oleh karena itu selama tahun 2013 PP-TIM tidak melaksanakan program seperti yang biasanya dilaksanakan, seperti kegiatan maulid dan halal bi halal. Pelaksanaan kegiatan maulid didorong melalui cabang-cabang, hampir seluruh cabang melaksanakan kegiatan ini dan selalu berkoordinasi dengan pengurus pusat. Pelaksanaan kegiatan halal bi halal juga didorong melalui cabang-cabang dan organisasi lokal untuk melakukannya.

  • Pemberdayaan perempuan, remaja dan anak-anak menjadi bagian yang memerlukan perhatian secara nasional. PP-TIM mendorong bidang pemberdayaan perempuan, dan bidang pembinaan remaja dan anak-anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan keluarga besar TIM. Dalam satu tahun ini telah terlaksana kegiatan-kegiatan :
  1. Pengajian rutin oleh ibu-ibu baik di tingkat pusat maupun cabang.
  2. Pengajian rutin ibu-ibu yang dilakukan di meunasah-meunasah TIM cabang.
  3. Kunjungan secara berkala ke cabang-cabang dalam rangka pengajian rutin, pembinaan kebudayaan, pemberdayaan ekonomi dan silaturrahmi antara pengurus pusat dan TIM cabang. Hingga saat ini cabang yang sudah dikunjungi yaitu Cabang Ciputat, Cabang Bekasi Kota, Cabang Pasar Minggu dan akan segera menyusul Cabang Cilegon.
  • Silaturrahmi. Apa yang kita lakukan hendaknya bisa dikomunikasikan dengan seluruh warga melalui berbagai media. PP-TIM juga sudah membuat sebuah website sebagai salah satu media komunikasi yaitu website www.pptim.or.id yang telah launching pada tanggal 30 Juni 2013 dan pada saat acara buka puasa di bulan Ramadhan tahun lalu. Kita sadar bahwa website ini hanya dipahami oleh sebagian kecil, sehingga sebelum peluncuran kita telah melakukan pelatihan dasar kepada cabang-cabang agar mereka paham tentang tata cara jurnalistik dan pengelolaan website untuk dapat memberitakan informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan masing-masing cabang.
  • Dalam hal membina hubungan antara TIM dengan ormas-ormas kedaerahan serta ormas-ormas kebangsaan pada tataran nasional dilakukan melalui pembinaan rutin yang diadakan oleh Kesbangpol DKI Jakarta. Selain itu dengan Pemerintah Aceh, TIM juga telah memberikan dukungan dalam rangka fasilitasi kegiatan Pemerintah Aceh untuk sosialisasi qanun wali nanggroe.
  • Bidang pemberdayaan ekonomi sampai saat ini belum berhasil dilaksanakan, yaitu rencana untuk pembinaan usaha kecil, khususnya pedagang mie Aceh yang tersebar di seluruh Jabodetabek. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh bidang pemberdayaan ekonomi, tetapi juga memanfaatkan alokasi dana dari BAZ melalui program zakat produktif.
  • Dalam bidang sosial, ada beberapa hal yang tidak pernah direncanakan dengan baik tetapi selama tahun 2013 lalu ada kemalangan baik yang terjadi di lingkungan masyarakat Aceh Jakarta dan di Aceh yang tidak terkait langsung dengan TIM. Beberapa hal misalnya :
  1. Penggalangan dana untuk biaya pengobatan Abu Panton bekerjasama dengan Pemerintah Aceh dan terkumpul sebesar Rp. 115 juta.
  2. Penggalangan dana untuk korban gempa Aceh Tengah dan Bener Meriah sebesar Rp. 204 juta, baik oleh PP-TIM bekerjasama dengan Musara Gayo, maupun melalui yayasan Iskandar Muda dan Aron Golf Club. Dana tersebut telah diserahkan langsung kepada yang membutuhkan.
  3. Pengumpulan dana santunan anak yatim pada bulan Ramadhan.
  4. Bakti sosial bekerjasama dengan FKPPA di Bekasi Kota.
  5. Bantuan insidentil berupa bantuan tiket pulang ke Aceh dan dana untuk pengobatan bagi masyarakat yang sakit.
  6. Saweuẽ gampóng dilakukan melalui program pembinaan muallaf oleh Badan Amil Zakat yang sudah terlaksana 2 kali, tahun 2013 di Banda Aceh dan Tahun 2014 di Subulussalam.
  • Pelaksanaan buka puasa bersama terlaksana sebanyak 8 kali bersamaan dengan kegiatan pengumpulan zakat dan shadaqah. Tahun 2013 zakat dan shadaqah yang berhasil terkumpul sebesar ±2 milyar. Ini merupakan capaian pertama di lingkungan TIM. PP-TIM juga mendorong pelaksanaan peringatan hari besar Islam di tingkat cabang, pengajian rutin bulanan oleh Majelis Ta’lim Darussalam, pengajian rutin di meunasah-meunasah, pelaksanaan tahlilan dan samadiah di kediaman tokoh-tokoh TIM yang meninggal dunia.

Permasalahan sejak 3 bulan lalu Ketua Bidang Agama menyampaikan permohonan pengunduran dirinya karena sesuatu dan lain hal. Hal ini telah disampaikan kepada Majelis Mufakat dan nantinya akan dilakukan penyempurnaan kembali.

  • Bidang pemuda dan olahraga merencanakan kegiatan saweu gampong yang akan dilakukan pada bulan Ramadhan tahun ini dalam rangka pembinaan remaja dan mahasiswa di Aceh bekerjasama dengan PNPM Mandiri dan Kementerian Dalam Negeri.
  • Dalam bidang kebudayaan telah dilaksanakan kegiatan Pasar Aceh bekerjasama dengan Pemerintah Aceh di komplek Gelora Bung Karno dalam rangka mendukung program Visit Aceh 2013. Dalam rangka promosi budaya Aceh Tengah berupa pertunjukan Didong semalam suntuk, dialog kopi dalam rangka promosi kopi gayo dan sosialisasi 4 pilar dalam rangka kegiatan MPR. Pagelaran seni budaya Aceh di Gedung Kesenian Jakarta, mendukung pertunjukan kesenian Aceh Jaya dan Aceh Tamiang di anjungan Aceh TMII.
  • Program terdekat adalah penerbitan buku kuliner Aceh berjudul “Heritage Cullinary Aceh” yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2014 di Pondok Indah Golf, kerjasama bidang pemberdayaan perempuan, bidang pembinaan remaja dan anak-anak, dan bidang kebudayaan.
  • Untuk program kesekretariatan yang rutin dilakukan adalah penyelenggaran rapat-rapat; rapat kerja, rapat koordinasi, rapat BPH, rapat bidang dan rapat badan. Ada kegiatan yang sifatnya konsolidasi internal yang dilakukan oleh kesekretariatan untuk dapat melaksanakan program kerja diawali dengan rapat pada tanggal 27 Januari 2013. Ada beberapa fungsionaris baik dari dewan penasehat, majelis mufakat maupun pengurus pusat yang telah meninggal dunia. Untuk pergantian antar waktu PP-TIM telah memohon salah satu anggota Majelis Mufakat untuk memperkuat pengurus pusat, yaitu Bapak T. Iswandir.
  • Perkembangan cabang-cabang :
  1. Dari 44 cabang, ada 5 cabang yang sepertinya sangat sulit untuk hidup direncanakan untuk diadakan penggabungan dengan cabang lain di sekitarnya, di antaranya: Cabang Tebet, Cabang Pasar Rebo-Kramat Jati, Cabang Duren Sawit dan Cabang Grogol rencananya akan digabung ke calon cabang baru Cengkareng, kemudian Cabang Bekasi Selatan dimergerkan dengan Cabang Bekasi Kota.
  2. Selama tahun 2013 sudah ada 9 cabang yang melakukan musyawarah cabang dan pergantian pengurus. Semua cabang berjalan sesuai dengan waktunya, paling hanya bergeser sekitar 1-3 bulan yang dianggap normal.
  3. Pada tahun 2013 telah diresmikan 1 meunasah baru di Cabang Depok. Pada peresmian tersebut juga mendapatkan bantuan dari Pak Farhan Hamid dan Pak Mustafa Abubakar untuk melengkapi fasilitas meunasah.
  4. Selama tahun 2013 telah mampu meningkatkan dana abadi TIM dari Rp. 700 juta menjadi Rp. 1 M. Diharapkan bisa menjadi modal untuk mendukung biaya operasional rutin PP-TIM yang selama ini diperoleh dari infaq yang dikumpulkan setiap bulan Ramadhan dan iuran rutin PP-TIM Rp. 100 ribu/ perbulan meski belum semuanya menyetor karena sumbangan tersebut bersifat suka rela. Untuk kepentingan biaya rutin operasional dan lain-lainnya ± 30 juta/bulan.
  5. Kekurangan yang dimiliki PP-TIM adalah Jumlah personil yang besar yang seharusnya bisa menjadi kekuatan, akan tetapi karena TIM adalah organisasi sosial kemasyarakatan sehingga agak susah untuk menggerakkan semua personilnya untuk aktif. Diharapkan dari Majelis Mufakat untuk dapat memberikan dukungan dan dorongan agar para pengurus ini bisa kembali aktif.
  • Kebendaharaan :

1)   Selama Maret 2013 s/d Maret 2014, kegiatan-kegiatan berjalan dengan sumber dana dari sumbangan-sumbangan terutama sumbangan pada bulan Ramadhan.

2)   Dari penggalangan dana untuk Abu Panton masih ada sisa Rp 6,500,000.00

3)   Dari penggalangan dana untuk gempa Aceh Tengah dan Bener Meriah yang sudah tersalurkan sebesar Rp 204,700,000,00. Yang betul-betul melalui TIM adalah sebesar Rp 25,370,000.00 selebihnya kerjasama dengan Musara Gayo. Ada dana yang belum tersalurkan sebesar Rp 5,370,000.00.

 

  • Ø BAZ PP-TIM; Ketua BAZ, Drs. Tgk. H. Hasyim Syam, MA

Kendala-kendala yang dihadapi BAZ di lapangan :

Pembentukan UPZ Cabang. Peraturan Pemerintah mengenai pelaksanaan UU Nomor 20 tentang zakat menyebutkan tidak ada lagi istilah UPZ tapi yang ada adalah BAZ dan LAZ. Jadi di tingkat organisasi kemasyarakatan yang ada adalah LAZ, akan tetapi kita tidak bekerjasama dengan BAZNAS sehingga kita tidak melaporkan badan amil zakat yang ada di lingkungan kita. Bila dilihat Klausul-klausul dalam UU tersebut ada beberapa kendala, beberapa diantaranya sudah diamandir oleh MK sehingga sekarang kita bisa leluasa bergerak untuk membentuk lembaga amil zakat di setiap organisasi kemasyarakatan. Di BAZ, semua peraturan yang berhubungan dengan pengelolaan zakat secara nasional kita miliki dokumennya sehingga kita tidak akan melakukan kegiatan apapun yang melanggar peraturan yang ada. Sudah terbentuk 25 UPZ di tingkat Cabang, tingkat keberhasilannya mencapai 85%-90%. Bentuk kerjasama dengan UPZ cabang terkait bantuan untuk biaya rawat inap dan operasi orang sakit yang tidak mampu yang diambil dari senif gharimin, untuk kekurangan biayanya dibantu oleh UPZ cabang maupun perseorangan pengurus. Dengan adanya UPZ cabang ini, program kerja BAZ sangat terbantu. Oleh karena itu sangat diharapkan untuk setiap cabang memiliki UPZ, akan tetapi tidak dapat terlaksana karena kendala kurangnya SDM di tingkat cabang. Untuk pengurus UPZ diperlukan tiga hal, yaitu memiliki kejujuran, ada kemauan dan memiliki pemahaman tentang manajemen.

ü Pembinaan dan penyuluhan zakat kepada muzakki di tingkat cabang terkendala waktu dan kesempatan. Kemudian masih kurangnya kemauan, kesadaran dan pro-aktif dari pengurus cabang untuk mengadakan penyuluhan zakat bagi calon muzakki.

ü Pentingnya kegiatan penyuluhan zakat untuk calon muzakki di tingkat elit. Hal ini perlu diupayakan dan melibatkan Majelis Mufakat karena banyak calon muzakki yang belum terdeteksi. Kita perlu membangun suatu kesadaran membayar zakat bagi para muzakki dan calon muzakki. Sampai saat ini masih ada muzakki yang sudah berkomitmen membayar zakat tapi belum membayar sampai sekarang.

ü Tahun depan direncanakan akan dialokasikan dana sebesar Rp. 250 juta untuk pembangunan wisma TIM dari senif Fisabilillah, dengan pertimbangan bahwa meunasah-meunasah di tingkat cabang yang selama ini dibantu sudah selesai pembangunannya dan hanya membutuhkan dana untuk pemeliharaan. Sehingga dari senif Fisabilillah nantinya akan dimaksimalkan untuk modal awal pembangunan wisma TIM.

ü Mengenai zakat produktif, sesuai dengan pantauan dapat dikatakan sangat berhasil. Program ini akan terus dilanjutkan dan ke depan mungkin dapat ditambah dananya sesuai dengan jumlah dana zakat yang masuk.

ü Pembinaan muallaf Banda Aceh dan Aceh Besar, dari 124 KK yang dibina ada 60 KK yang sangat aktif sampai sekarang. Muallaf di Subulussalam sangat antusias. Ke depan BAZ akan membina tutor yang akan didaftarkan di lembaga pendidikan gratis yang nantinya akan dapat meneruskan pembinaan. Pembinaan muallaf ini besar sekali pengaruhnya bagi PP-TIM, dan akan terus dilanjutkan.

 

  • Bidang Pemberdayaan SDM, T.S. Reza, SE. MM

Bidang pemberdayaan SDM telah melakukan lawatan dan perjanjian kerjasama dengan sebuah grup perusahaan milik Malaysia di Trenggano yang bergerak dalam bidang pelatihan dan industri maritim. Agar hal ini bisa ditindaklanjuti, perlu kami sampaikan kepada PP-TIM untuk bisa kita buat MoU-nya. Hal ini juga sudah disampaikan kepada P3A (Pusat Pengkajian Pengembangan Aceh) dalam rapat dengan sejumlah tokoh di Jl. Patal, Senayan. Mereka sepakat untuk membantu untuk melakukan pelatihan untuk generasi muda Aceh dengan grup tersebut. Kita telah membantu Univ. Serambi Makkah, Pupuk Iskandar Muda, Univ. Malikussaleh dan Univ. Samudera dalam rangka pelaksanaan seminar dan kuliah umum dengan Univ. Antar Bangsa dan Univ. Kuala Lumpur.

  • Audit keuangan tahunan secara internal akan dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan PP-TIM sedangkan audit keuangan di akhir kepungurusan akan dilakukan oleh auditor independen.
  • Diharapkan forum ini bisa memberikan suatu dorongan dan memberikan semangat kepada kita semua agar semua program yang telah direncanakan dapat terlaksana.

Laporan PP-TIM ditanggapi oleh anggota Majelis Mufakat meliputi beberapa hal antara lain sebagai berikut :

Ketua Majelis Mufakat, laporan yang disampaikan sudah memadai meskipun ada empat bidang yang masih kurang dilaporakan. Ada dua hal yang menjadi perhatian: Pernah disampaikan dalam forum Raker bahwa iuran bulanan suka rela sebesar Rp. 100 ribu. Peningkatan dana abadi dari Rp 700,000,000.00 menjadi Rp. 1 M. Mudah-mudahan ke depannya semakin bertambah.

Beberapa personil anggota Majelis Mufakat menyampaikan sumbang saran dan dukungan demi untuk meningkatkan spirit kepada PP-TIM dalam menjalankan programnya ke depan.

Rusli Tjut Ahmad :

ü Pembangunan Wisma PP-TIM, impian lama yang sudah sampai ke tahap pengurusan IMB. Satu hal yang perlu kami ingatkan kepada PP-TIM bahwa lahan ini aset Yayasan Kesejahteraan TIM yang mengelola Asrama Perahu. Tanah ini atas nama yayasan akan tetapi belum pernah dibicarakan dalam rapat yayasan, dikhawatirkan akan timbul masalah. Untuk itu perlu diadakan forum dalam yayasan untuk membahas masalah ini.

ü Saat saweué gampóng perlu mengunjungi kampung-kampung tidak hanya melihat perkembangan di kota. Banyak hal yang berubah dan menyimpang yang tidak lagi sesuai dengan adat kebudayaan Aceh. Barangkali TIM bisa berperan lebih di Aceh mungkin bisa kita coba sumbang pemikiran dalam bentuk makalah yang bisa disampaikan kepada Gubernur.

Sedangkan Sayed Aziz menyoroti tentang penyelenggaraan halal bihalal sebagaimana pernyataan berikut; “Karena kita adalah organisasi sosial mungkin perlu juga menyelenggarakan halal bi halal secara umum satu atau dua tahun sekali. Di samping kita melakukan pembangunan gedung dan kegiatan sosial lainnya, mungkin acara hala bi halal tersebut bisa dipertimbangkan.”

Yusuf Asry, mengusulkan dan mempertanyakan beberapa hal berikut :

ü Dana musibah sampai sekarang dimana keberadaannya? Dana tersebut adalah amanah yang harus kita sampaikan, dititipkan orang untuk keperluan tersebut. Dana tersebut juga bisa menjadi fitnah bila tidak segera disalurkan. Saya usulkan agar segera diselesaikan, langsung disalurkan kepada yang berhak.

ü UPZ kita ikuti peraturan terakhir tahun 2014. Bila kendalanya adalah SDM kalau tidak ada maka UPZ-nya ditiadakan saja.

ü Mengenai media, undangan melalui SMS dan website. Akan tetapi mengenai informasi kemajuan PP-TIM, informasi ke-Acehan dan nasional yang berhubungan dengan ke-Acehan barangkali tidak mungkin hanya dengan SMS atau website karena keterbatasan yang kita miliki. Apa tidak bisa kita membuat semacam buletin atau jurnal yang memuat informasi-informasi tersebut?

ü Pelaporan hendaknya dipaparkan dalam bentuk matriks yang memuat program, target, capaian dan persentase pencapaiannya, serta kendala yang dihadapi.

Sebelum mendengarkan jawaban PP-TIM berkenaan dengan tanggapan dari anggota Majelis Mufakat, Ketua Majelis Mufakat menjelaskan bahwa Masalah pembangunan wisma TIM idenya dari Majelis Mufakat, seiring dengan usia Majelis Mufakat sudah 60 tahun. Ide ini pernah disampaikan kepada Pemerintah Aceh akan tetapi dibalik oleh Pemerimerintah Aceh. Maka saya katakan kalau mau meminta, kita harus berbuat dulu, minimal membangun fondasi terlebih dahulu. Bila fondasi sudah ada akan mudah untuk kita bicarakan dengan pihak lain. Ide ini disambut baik oleh PP-TIM yang segera bisa diwujudkan sebelum akhir kepengurusan.

Pada jawaban Sesi terakhir Ketua Umum PP-TIM memberi apresiasi kepada Majelis Mufakat melalui penyataan berikut : “PP-TIM sangat gembira ketika ada respon dari masyarakat dan dukungan pertama datang dari Majelis Mufakat, khususnya untuk wisma TIM. Biaya Halal Bi Halal mencapai Rp 500,000,000.00 sehingga jika dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan wisma TIM akan sangat terbantu. Oleh karena itu kita putuskan untuk tahun ini kita tidak memikirkan dulu hal tersebut tapi kita dorong cabang untuk melakukan kegiatan tersebut. Tapi usul tadi menarik juga dan mungkin bisa diadakan minimal dua tahun sekali. Ini menjadi pemikiran kita bersama dan bila kita sepakat nanti mungkin bisa dilaksanakan.

PP-TIM sudah sering melakukan pertemuan dengan dewan pengurus Yayasan Kesejahteraan TIM dan dalam waktu dekat pengurus yayasan tersebut perlu direstrukturisasi sehubungan dengan ketua yayasan. Hal ini sudah menjadi prinsip PP-TIM untuk segera diselesaikan. PP-TIM sudah berniat mengadakan pertemuan dengan ibu Azizah untuk menyampaikan permasalahan ini tetapi belum terlaksana karena berbagai keterbatasan.

Masalah Aceh, ada beberapa program terkait dengan pembinaan para da’i Aceh PP-TIM belum punya kemampuan karena dana terbatas. Hal yang bisa kita lakukan adalah mendorong bidang agama agar dapat terus melaksanakan program ini. PP-TIM juga sudah mengadakan pertemuan dengan dewan penasehat untuk menanggapi berbagai isu terkait masalah di Aceh, misalnya  pendangkalan ‘aqidah di Aceh yang menjadi isu yang harus segera disikapi. PP-TIM berencana mengadakan sebuah seminar bekerjasama dengan Pemerintah Aceh, yang hasil seminar itu nantinya akan kita bawa bersama-sama tokoh-tokoh dan pakar-pakar dalam kegiatan saweu gampong. Rencana ini tertunda beberapa kali namun tetap menjadi rencana program kita.

Dana musibah gempa dikumpulkan oleh panitia dan langsung disalurkan kepada korban gempa bekerjasama dengan Musara Gayo. Penyaluran sumbangan yang terkumpul dilakukan dalam beberapa tahap. Adapun dana yang tersisa tadi adalah dari dana sumbangan lanjutan yang diterima panitia karena rekening satgas belum ditutup dan belum sempat disalurkan. Begitu pun halnya sumbangan untuk Abu Panton. Ada dana sumbangan yang terus masuk ke kita namun Abu Panton tiba-tiba meninggal dan komitmen bantuan ada yang terlambat disetor sehingga belum sempat kita salurkan kembali. Data ini tercatat dalam rekening dan akan segera diaudit agar dapat terdeteksi.

Media majalah atau jurnal memang jika dilakukan itu sangat baik tetapi terkendala dalam hal pengalokasian dana. Kecuali ada dana dari sponsor melalui berbagai publikasi. Namun hal ini menjadi tantangan bagi kita. Mengenai pelaporan melalui matrik akan segera direalisasikan.

Rapat paripurna yang memakan durasi sekitar 2,5 jama tersebut dikhiri dengan berdo’a yang  dipimpin oleh Ketua BAZ PP-TIM, Drs. Tgk. H. Hasyim Syam, MA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*