Menteri, Senator, Anggota Parlemen di Peusijuk Oleh Tokoh Aceh Jakarta

1peusijuek
AcehFokus.Net|Jakarta–“Saya ini memang orang tak berpendidikan tinggi, namun perlu diketahui pohon belimbing yang ‘tak sekolah’ pun bisa berbuah dan memberikan banyak manfaat,” ujar Rafly Kande saat diberi kesempatan menyampaikan pemikirannya dalam momentum silaturahmi dan peusijuek ( do’a dan tepung tawar, red) kepada dua orang Menteri, empat Senator, dan 14 Anggota Parlemen di Senayan kelahiran Aceh yang saat ini sedang mendapat publisitas media di pentas politik nasional.
Mereka sebagai putra terbaik Aceh, adalah, DR. Sofyan Djalil, SH, MA, MALD, Menteri Perekonomian. Drs. Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Agraria dan Tata Ruang. Para Senator Aceh, yaitu; Rafli Kande, Fachrurrazi M.IP, Drs H. Ghazali Abbas Adan, dan Sudirman ( Haji Uma Eumpang Breuh). Kemudian Anggota DPR, dari Partai NasDem yaitu, Prof. DR. H Bachtiar Aly, Teuku Taufiqulhadi, Zulvan ZB Lindan. Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, MT dan Muslim, SH,MH. Muslim Aiyub dan Anwar Idris (PAN), Irmawan, MM (PKB), Salim Fachry dan Firmandez ( Golkar ), Khaidir dan Fadhlullah ( Gerindra), M.Nasir Jamil, S.Ag ( PKS ), dan terakhir, Tagore Abubakar ( PDI-P).
Dikatakan Ferry Mursyidan di hadapan sejumlah undangan yang di-peusijuk dan para tamu undangan lainnya, dirinya bersama Sofyan Djalil berharap kedepan Gubernur dan Wagub Aceh dapat bertemu Presiden dan Wapres minimal Menteri saat kunjungannya ke Pusat.
“Saya bisa jamin itu. Siapa pun menterinya nanti kalau terkesan susah diketemui boleh hubungi saya dan akan saya bereskan. Jadi tidak terlunta-lunta lagi di Jakarta dan terkesan dioper dari menteri ke sesmen, kadang ke dirjen bahkan direktur. Jadi jatuhlah marwah Aceh, ” ujar Menteri Ferry Mursyidan yang juga politisi Partai NasDem dengan nada serius namun sambil sumringah.
Lanjut Ferry lagi, ” kedepan saya akan angkat Gubernur dan Wagub ke taraf lebih tinggi diplomasi dengan Pemerintahan Pusat. Jangan ada terdengar lagi Gubernur Aceh ketemu Dirjen atau setara eselon satu atau lainnya. Minimal menteri dan setaraf, atau Wapres atau lebih tinggi lagi ke Presiden langsung. Ini juga menjadi tanggung jawab Kepala Perwakilan Pemprov Aceh di Pusat. Kalau ini tak bisa diamankan oleh Pak Badri, suruh balik aja ke Aceh,” tukas Bang Ferry, sapaan akrab Ferry Mursyidan, di Ball Room Puri Denpasar Hotel, Jalan Denpasar Selatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu ( 30/11) malam.
Kegiatan peusijuek itu sendiri dilaksanakan oleh Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP-TIM) yang saat ini diketuai oleh DR. Ir. Darma Surya, MM.
Pada kesempatan itu, Bakhtiar Aly yang juga sebagai Ketua Forbes (Forum Bersama) periode 2014-2019 mengatakan, kedepan acara Aceh seperti peusijeuk dan lainnya tidak ada lagi keluh kesah dari  PP-TIM, baik sponsor dan teknis pelaksanaannya.
“Kalau memang ada kendala lapor kami, akan kita amankan. Jangan kami dengar lagi susahnya cari dana, bahkan harus cari donatur patungan untuk bikin acara ini,” cetus Bakhtiar saat menanggapi sambutan Ketua Umum PP-TIM yang dinilai berkeluh kesah soal dana acara.
Secara meyakinkan Bakhtiar juga mengutarakan,  dalam Forbes tidak ada dikotomi koalisi KMP dan KIH. ” Yang ada Koalisi Perwakilan Aceh,” ucap Bakhtiar optimis.
Tampak hadir dalam deretan tamu undangan kehormatan, sesepuh masyarakat Aceh di Jakarta yang juga mantan Gubernur Aceh, Prof. DR. H. Syamsuddin Mahmud. Ia saat ini mewakili masyarakat di Aceh sebagai Ketua Majelis Adat Aceh ( MAA ) di Jakarta.
Penulis: Khairul Alira, SH.
Editor: Zulfadhli Anwar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*