Giok Merusak Lingkungan Hidup

BANDA ACEH – Kekayaan Aceh jenis batu giok, emas, hasil hutan berupa kayu yang terus dirambah, perburuan gading Gajah dan jenis pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit lain merupakan penambahan daftar tantangan yang dihadapi sumberdaya alam Aceh atas pengrusakan lingkungan hidup, bahkan bencana ekologi seperti  banjir dan longsor merupakan kejadian yang terus mengulang hingga awal tahun 2015 ini, belum cukup semua pihak belajar dari fakta-fakta yang sudah menimpa kerugian Aceh dari sektor pengrusakan sumberdaya alam oleh berbagai bisnis sektor sumberdaya yang merusak tanpa terkendali.

Satu sisi tren batu giok yang dinilai menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi warga Aceh, justru lupa menghitung untung rugi dampak/risiko yang akan ditimbulkan pasca pengambilan bongkahan batu-batu sebagai bahan baku untuk diolah menjadi perhiasan, semua pihak harusnya paham bahwa bumi ini/tanah ini butuh penjaga keseimbangan sebagai penyangga.

 

Sekalipun karakteristik  penambangan giok masih menggunakan cara-cara tradisional Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, harusnya tidak diabaikan begitu saja sebagai payung hukum  yang memberikan perlindungan  bagi keseimbangan ekosistem, jikapun dianggap terjadi kekosongan hukum pertambangan jenis giok akan membuat Aceh kerap kecolongan lagi dari sektor pencegahan yang massif oleh batu giok selain jenis kekayaan lain yang ada di Aceh

 

Demi menjaga kekayaan sumberdaya alam Aceh idealnya semua pihak harus mengambil peran memberikan perlindungan dengan cara tidak ikut andil merusak lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.  Demikian sebut Direktur WALHI Aceh Muhammad Nur dalam pernyataan tertulis kepada media, S

batu giok dari aceh

batu giok dari aceh

enin [19/1].

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*