Zaini Ajak Wakil Aceh di DPR Perjuangkan Dana Otsus

JAKARTA – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengajak tokoh Aceh dan wakil rakyat di Senayan bersama-sama memperjuangkan dana otonomi khusus (Otsus) untuk Aceh bisa berlaku selamanya.

“Mari kita perjuangkan bersama-sama. Aceh masih membutuhkan dana besar untuk pembangunan,” tukasnya saat berbicara dalam pertemuan dengan masyarakat Aceh Jabodetabek, di Mess Aceh, Jakarta, Sabtu (23/5).

Pertemuan tersebut dihadiri Wali Nanggroe Malik Mahmud Alhaytar, tokoh Aceh, anggota parlemen dan bupati/walikota dari Aceh. Pertemuan diselenggarakan Kantor Penghubung Pemerintah Aceh Jakarta bersama Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (TIM).

Kepala Bappeda Aceh Prof Abubakar yang Karim yang mendampingi gubernur dalam pertemuan itu memperlihatkan masih tingginya angka kemiskinan dan besarnya jumlah pengangguran. “Kita harus atasi semua ini dengan bersama-sama,” kata gubernur.

Ahmad Farhan Hamid mewakil masyarakat Aceh yang pertama sekali menyinggung soal besaran dana Otsus yang diterima Aceh sejak 2008. “Sampai saat ini sudah Rp 41 triliun lebih diterima Aceh,” kata Farhan Hamid. Tapi ia mengatakan, dana itu bekum mencukupi. “Harus diperjuangkan agar dana Otsus tersebut dapat diterima Aceh selamanya,” kata Farhan.

Wacana usulan pemberlakuan dana Otsus selamanya sebelumnya disampaikan anggota DPD RI, H Sudirman dan anggota DPR Irmawan. “Hasil alam Aceh yang dikeruk puluhan tahun, menyisakan kemiskinan yang besar, ditambah lagi ekses konflik. Jadi tak cukup hanya diganti dengan dana Otsus selama 29 tahun,” kata Farhan Hamid.

Dalam pertemuan itu, Farhan Hamid juga mengusulkan diterbitkannya dirham Aceh dalam bentuk kepingan emas. “Dirham itu kelak menjadi salah satu warisan Pemerintah Aceh, karena harga emas cendrung stabil,” kata Farhan Hamid.

Ketua PP TIM Surya Darma melaporkan masyarakat Aceh mempunyai perhatian besar untuk bangun Aceh. “Pertemuan ini salah satunya untuk mendapatkan informasi penting tentang Aceh,” kata Surya Darma.

Gubernur lalu minta para ‘Toke Aceh’ yang ada di Jakarta agar bersedia pulang menjadi toke di Aceh. “Kami menunggu para toke Aceh di Jakarta, untuk jadi tokeh di Aceh,” kata Gubernur.(serambi indonesia/fik)

Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menandatangani prasasti tanda dimulainya pembangunan Auditorium Activity Center - Masyarakat Aceh Se-Jabotabek, pada pertemuan Silaturrahmi dan Dialog dengan Masyarakat Aceh se-Jabodetabek yang digelar di Aula Hotel Amazing Kutaradja (Mess Aceh), Jakarta, Sabtu (23/5). Penandatangan prasasti turut disaksikan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar, Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin, Jajaran Forkopimda Aceh dan sejumlah tokoh Aceh di Jakarta. (Fikar  W Eda)

Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menandatangani prasasti tanda dimulainya pembangunan Auditorium Activity Center – Masyarakat Aceh Se-Jabotabek, pada pertemuan Silaturrahmi dan Dialog dengan Masyarakat Aceh se-Jabodetabek yang digelar di Aula Hotel Amazing Kutaradja (Mess Aceh), Jakarta, Sabtu (23/5). Penandatangan prasasti turut disaksikan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar, Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin, Jajaran Forkopimda Aceh dan sejumlah tokoh Aceh di Jakarta. (Fikar W Eda)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*