Mahasiswa Aceh Lulusan Turki Jangan Lupakan Daerah

TURKI – Ikatan masyarakat Aceh Turki (Ikamat) mengadakan meugang sekaligus peusijuek Mahasiswa Aceh yang baru diwisuda di Turki, pada hari Kamis (11/6) di Ankara. Acara wisuda tersebut juga dihadiri oleh Presiden Turki Thayeb Erdo─čan bersama 3000 Mahasiswa Internasional dari 160 negara. Mahasiswa Aceh tahun ini yang menyelesaikan Studi S1 di Turki berjumlah 6(enam) orang dari berbagai kota.

Peusijuek Atau tepung tawari Mahasiswa Aceh di Turki tersebut dilakukan oleh

Turki: Tgk Azwir Nazar, Tuha Peut Masyarakat Aceh di Turki melakukan peusijeuk

Turki: Tgk Azwir Nazar, Tuha Peut Masyarakat Aceh di Turki melakukan peusijeuk

yang didampingi Tgk Azman Sulaiman. Menurut Azwir peusijuek tersebut sebagai syukuran disertai doa bersama dan khanduri meugang menyambut Ramadhan.

“Kita patut bersyukur atas wisuda adik-adik sekalian, semoga ilmunya berkah dan bermanfaat”. Ujar mahasiswa doktoral Komunikasi Politik tersebut.

Meski tidak mendapat beasiswa Aceh, dalam pesannya Azwir menyampaikan supaya para wisudawan tidak melupakan Aceh.

“Aceh adalah milik kita dan secara moral kita harus memgambil peran dan berkontribusi untuk Aceh lebih baik. Masyarakat Aceh mendoakan dan menunggu kiprah anda semua. Kita yang memiliki kesempatan menuntut ilmu sampai ke Luar Negeri memiliki tanggung jawab lebih besar untuk membangun Aceh. Maka Jangan cepat puas dan berhenti, teruslah berkarya dan berprestasi Sebab masa depan adalah bagi mereka yang berkarya dan berpresrasi” pintanya.

Sementara salah satu perwakilan wisudawan, Rinaldi, jurusan Hubungan Internasional mengucapkan terima kasih dan berharap selalu menjaga ukhwah meski sudah berada di tanah air.

“Kami selalu mengingat Aceh dan selalu berada dalam hati kami sebagai generasi penerus untuk masa depan Aceh lebih baik” ujarnya berkaca kaca.

Dedy Jabbar selalu ketua Ikamat mengatakan sejauh ini ada 156 orang Mahasiswa/i Aceh di Turki yang tersebar di seluruh kota. Umumnya mereka adalah Mahasiswa s1, 4 orang master dan 3 orang program Doktor.

“Ini lulusan tahun ketiga anak Aceh di Turki, dan baru pertama diadakan peusijuek dan meugang sebagai tradisi budaya dan adat Aceh sebelum liburan musim panas” tuturnya.

Mahasiswa Aceh di Turki kebanyakan adalah anak anak juara olimpiade dan mendulang berbagai prestasi international meskipun kuliah tidak dibiayai pemerintah Aceh. Mereka kuliah ada yang mendapat beasiswa yayasan Turki maupun pemerintah Turki.

Adapun nama nama wisudawan adalah, Hidayat Ismet (Manajemen Penerbangan, asal Sigli), Rinaldi (Hubungan Internasional, asal Banda Aceh), Zainal Muttaqin (Hubungan Internasional, asal Pidie Jaya), Fitria Rianto (Kedokteran, asal Aceh Tengah), Muzafarsya ( Pendidikan Komputer, asal Aceh Besar) dan Aulia Yuliansyah (Tehnik Industri, asal Lhoksemawe).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*