3T Faktor Kematian Ibu-Bayi di Aceh Tinggi

lokakarya In-aAlarm internasional di Banda Aceh

lokakarya In-aAlarm internasional di Banda Aceh

BANDA ACEH – 3T menjadi penyebab angka kematian ibu dan bayi di Aceh masih tinggi.  Yang dimaksud 3T yakni Telat Diagnosa, Telat Dirujuk dan Telat Diagnosa. Demikian sebut
Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)  Aceh, DR,dr, Mohd Andalas, SpOG pada lokakarya di Hotel The Pade, Banda Aceh, Jumat (18/12).

Dijelaskan, angka kematian maternal nasional masih tinggi, 359 per 100 ribu persalinan, sedangkan di Aceh masih menengah yakni 192 per 100  ribu persalinan normal.

”Kami memperkirakan kemungkinan masih banyak kasus yang belum terlaporkan termasuk kita di Aceh,” ungkap Andalas.

Doktor lulusan UGM Yogyakarta ini menuturkan kebijakan Pemerintah melalui Undang-undang Praktek Kedokteran (UUPK) mengizinkan dokter hanya praktek di tiga  tempat saja, kecuali pada kondisi khusus tertentu, dan berlaku tempat praktek di seluruh Indonesia.

”Sertifikasi ini menjadi acuan  para ahli kebidanan untuk mendapat Surat Tanda Registrasi (STR) dari  Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang digunakan untuk mengurus izin praktek dokter  di dinas kesehatan Kota/Kabupaten,” pinta dokter kandungan senior di Aceh.

Andalas mengutarakan, peserta kursus ini diikuti oleh dokter ahli yang telah pensiun namun mereka masih praktek.

Kegiatan lokakarya In-aAlarm internasional selama tiga hari sejak 18-20 Desember  yang diikuti 27 dokter obgyn Aceh. kegiatan di Banda Aceh dihelat oleh POGI Aceh dan Alarm (advance labour and risk management), suatu managemen lanjutan persalinan berisiko dari POGI pusat.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*