Aceh Darurat Narkoba

Peserta diskusi bertajuk "Evaluasi Kebijakan P4GN (Pemcegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di Organisasi Kemasyarakatan

Peserta diskusi bertajuk “Evaluasi Kebijakan P4GN (Pemcegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di Organisasi Kemasyarakatan

JAKARTA – Aceh masuk kategori darurat Narkoba. Hal tersebut diungkapkan oleh Munawar Khalil di sela-sela diskusi yang bertajuk “Evaluasi Kebijakan P4GN (Pemcegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di Organisasi Kemasyarakatan” yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di Hotel Kartika Chandra Jakarta pada Senin (14/12).

Menurut putera Aceh asal Jambo Aye yang kini menjabat Ketua Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) itu dari hasil observasi yang dilakukannya, jenis shabu telah merambah ke hampir seluruh pelosok Aceh hatta ke daerah terpencil sekali pun.

Hal senada juga dikemukakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Gema Nusantara Anti Narkoba, L.E. Putra, SE. Alumni SMA Negeri 1 Lhokseumawe tersebut menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan peredaran gelap narkoba harus dilakukan secara simultan.

Lebih lanjut L.E. Putra mengatakan Dewan Pimpinan Pusat Gema Nusantara Anti Narkoba (DPP GN-AN) telah menugaskan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Aceh, Suparno yang juga owner restoran Ayam lepas agar bekerjasama dengan BNN Provinsi Aceh dan dengan berbagai instansi terkait untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mendeteksi dan mencegah penyebaran peredaran gelap Narkoba secara meluas di provinsi paling barat Indonesia tersebut.

Acara yang dibuka oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, Antar Sianturi, dihadiri oleh berbagai organisasi berbasis masyarakat yang peduli terhadap korban penyalahguna narkoba yang kini telah mencapai 4,3 juta jiwa (menurut data terakhir BNN RI) dan kemugkinan akan terus bertambah seiring dengan dijadikan Indonesia sebagai negara tujuan oleh para bandar narkoba internasional dari sebelumnya sebagai negara transit. (syahrul)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*