Refeleksi 66 Tahun Taman Iskandar Muda

Refleksi 66

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 21 Agustus 2016 di Adin’s House, Vila Dago Raya A 22 Pamulang, Kota Tangerang Selatan diinisiasi oleh Pengurus Taman Iskandar Muda (TIM) Cabang Ciputat yang dalam pelaksanaannya bersinergi dengan Pengurus TIM Cabang Serpong. Ketua TIM Cabang Serpong, Azhari Idris menyambut baik ajakan Ketua TIM Cabang Ciputat, Amrizal Abdullah Basyari untuk berkolaborasi mewujudkan ajang silaturrahim masyarakat Aceh se Tangarang Selatan. Gayung bersambut sehingga acara tersebut dalam rangka memperingati milad TIM ke 66 yang jatuh pada tanggal 24 Agustus 2016.

Acara yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan Melalui Ajang Silaturrahim Lintas Budaya” mengagendakan stadium general yang berjudul “Refleksi 66 Tahun Taman Iskandar Muda Dalam Perspektif Tahirô Gampóng, Tajunjóng Nanggroé, Tapakoé Anggota dan Tapeuluah Syedara.” Bersama narasumber mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP-TIM) dua periode, Dr. Ir. Mustafa Abubakar, M.Si yang sekarang menjabat Komisaris Utama PT. Bank Rakyat Indonesia.

Dalam orasinya Mustafa Abubakar mengupas tuntas sejarah lahirnya TIM yang didasari solidaritas masyarakat Aceh di perantauan yang dipelopori oleh Teungku Ismail Hasan Metareuem, H. Teuku Hadi Thayeb, Nyak Yusda dan lain-lain. Seperti terungkap dalam orasi tersebut Mustafa juga mensinyalir bahwa menurut Ramly Ganie mantan Sekretaris Umum TIM beberapa periode di era Ketua Umum, H. Turino Junaidi yang kini menjalani masa pensiunnya di Aceh, TIM pada awalnya hanya mengurus hal-hal yang berkenaan dengan “Janur Kuning” (keurija udép) dan “Bendera Kuning” (keurija maté) lalu sejak tahun 1993 TIM melalui berbenah diri dengan menerapkan sistem organisasi modern dalam manajemennya.

Dalam pengelolaan organisasi sosial kemasyarakatan dalam mengurus TIM selama dua masa bakti (1993-1996 dan 1996-2000) bersama-sama dengan Sekretaris Umum, H. Said Mustafa telah meletakkan dasar-dasar sistem organisasi modern melalui seleksi ketat calon pengurus dengan kriteri utama berkemauan, berkemampuan dan berkejujuran yang di kemudian hari penetapan kriteria tersebut terbukti sangat efektif dalam perkembangan TIM hingga hari ini.

Pada akhir orasinya dia menitip pesan kepada PP-TIM agar mengembalikan jadwal Musyawarah Besar (MUBES) TIM pada bulan Agustus sesuai dengan bulan kelahirannya yaitu pada tanggal 24 Agustus 1950.

Ajang silaturrahim ini tidak hanya ajang pertemuan masyarakat Aceh semata namun di antaranya hadir tokoh-tokoh masyarakat Tangerang Selatan bahkan mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang ditandai dengan hadir dan berkenan memberi sambutan Walikota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota, Drs. H. Benyamin Davnie.

Ketua Umum PP-TIM, Dr. Ir. Surya Darma, MBA saat menyampaikan sambutan memuji kepiawaian Walikota Tangerang Selatan telah bertindak cerdas dengan merangkul orang-orang yang cerdas untuk mendukungnya meraih kesuksesan memimpin Kota Tangerang Selatan di kesempatan yang kedua. Sementara itu Panitia Pelaksana, Amrizal Abdullah Basyari dalam laporannya meminta dukungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memberi perhatian kepada TIM agar dalam mengimplementasi programnya selaras dengan program Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan secara khusus mengucapkan terima kasih kepada H. Adhi Sunaryo (Haji Yoyok) yang telah berkenan mendukung kegiatan ini berupa fasilitas tempat.

Acara yang berdurasi sekitar dua setengah jam ini juga dihadiri oleh Penasehat PP-TIM, H. Teuku Safli Didoh, Wakil Ketua Umum PP-TIM, H. Teuku Azwani Sabil dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Aceh, Drs. Teungku Ghazali Abbas Adan serta beberapa pengurus organisasi sektoral TIM antara lain Ketua Diaspora Aceh Serantau, Ketua Umum Garda Teuku Umar dan Ketua Umum IMAPA Jaya serta mantan Ketua Umum IMAPA Jaya juga selaku Anggota majelis Mufakat TIM, Dr. Umaimah A. Wahid, M.Si.

Drs. Teungku Hasyim Syam, MA selaku salah seorang penasehat TIM Cabang Ciputat mengakhiri acara seremonial dengan memimpin doa lalu diteruskan dengan ramah tamah dan makan siang bersama dengan menu kuliner khas Aceh kuwah beulangông (SA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*