Program Kerja

PROGRAM KERJA

PENGURUS PUSAT TAMAN ISKANDAR MUDA

MASA BAKTI 2012-2016

 

 

1. BADAN-BADAN

1.1. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (BPK)

a. Melakukan pemeriksan keuangan terhadap :

1) Pembiayaan program kerja PP-TIM, setiap tahun.

2) Pembiayaan program rutin/ operasional PP-TIM, setiap tahun

3) Pembiayaan kegiatan/ acara oleh kepanitiaan-kepanitiaan di lingkungan PP-TIM.

4) Penerimaan dan penyaluran zakat maal, setiap tahun

5) Berbagai hal lainnya terkait dengan pengelolaan keuangan.

b. Bekerjasama dengan Bendahara Umum PP-TIM, terutama dalam bidang koordinasi, pengendalian dalam kaitan penerimaan, pengeluaran dan pengawasan keuangan PP-TIM.

(Pada dasarnya BPK dapat melakukan kegiatan setelah adanya proses penerimaan dan pengeluaran dana).

 

1.2. BADAN AMIL ZAKAT (BAZ) MERANGKAP SEBAGAI UPZ BAZNAS

a. Pengembangan Organisasi dan Manajemen

1) Organisasi/ Kelembagaan :

a)  Menyempurnakan struktur kepengurusan di semua tingkatan, sehingga sesuai dengan Surat Keputusan Formatur No.1/F-TIM/2012.

b)  Melanjutkan upaya pembentukan/ pembinaan UPZ Cabang agar berfungsi optimal sebagai unit pengumpulan dan penyaluran zakat.

c)  Meningkatkan fungsi dan efektifitas tugas-tugas pengawasan.

2) Personalia :

a)  Menyusun pembagian tugas dan fungsi masing-masing personalia pengurus di semua tingkatan yang lebih terperinci.

b)  Meningkatkan kemampuan teknis administrasi bagi staf BAZ TIM dengan pelatihan penguasaan IT, serta mengerahkan tenaga sukarela di tingkat Cabang TIM.

c)  Meningkatkan kemampuan kehumasan (Human Relation) dan Fundrising bagi aparat pemungut zakat.

d)  Meningkatkan kemampuan manajerial/kepemimpinan bagi pengurus BAZ TIM dan UPZ tingkat Cabang TIM.

3) Administrasi, Perlengkapan dan Perkantoran :

a)  Menyempurnakan tata laksana administrasi, dokumentasi dan laporan zakat secara berkala.

b)  Pembenahan aset/ inventaris BAZ (laptop, printer, infocus, Mic/Wireless).

b. Penyuluhan/ Penerangan/ Publikasi

1)  Melakukan sosialisasi kewajiban zakat kepada setiap Cabang TIM bekerjasama dengan Korwil.

2)  Melakukan penyuluhan serta penyelesaian masalah yang terjadi antara Pengurus UPZ dan Pengurus Cabang TIM.

3)  Publikasi kepada calon muzakki zakat maal (para aghniya, pedagang/ pengusaha dan lain-lain., para tokoh masyarakat Aceh); yang dilakukan perkelompok dan terjadwal dan atau melalui pendekatan-pendekatan khusus.

4)  Sosialisasi melalui surat edaran, spanduk, internet (website, blog, jejaring sosial), dan lain-lain.

5)  Membuat selebaran (buletin 2 lembar seperti buletin jum’atan) yang berisi himbauan zakat dan nama-nama muzakki yang dibagikan saat buka puasa bersama.

6)  Menerbitkan risalah-risalah dan hal-hal lain terkait zakat di bulletin/ majalah yang diterbitkan PP-TIM.

c. Perencanaan, Pengumpulan dan Pendayagunaan

1)  Menyusun konsep perencanaan umum kegiatan menyeluruh BAZ pada semua tingkatan.

2)  Pendataan dan pemetaan kembali potensi zakat (muzakki), baik muzakki yang lama maupun calon muzakki baru.

3)  Pendataan dan pemetaan mustahiq zakat.

4)  Melakukan survey awal dan studi kelayakan berdasarkan kriteria mustahiq zakat produktif. Zakat produktif secara individual ditiadakan, dan dananya diarahkan untuk membangun unit lembaga keuangan berbentuk BMT bekerja sama dengan Bidang Pengembangan Usaha.

5)  Melakukan studi banding dengan BMT yang sudah berprestasi.

6)  Mengatur dan melaksanakan program pengumpulan dana zakat dengan sistem “jemput bola” dan disesuaikan dengan potensi yang ada, bekerjasama dengan PP-TIM.

 

d. Pengumpulan dan Penyaluran Zakat Maal

1)  Pengumpulan

a)  Melakukan sosialisasi pemahaman: bahwa zakat dapat dibayar kapan saja; menurut kalkulasi harian, mingguan dan bulanan, tidak hanya menurut kalkulasi tahunan seperti yang dikenal selama ini (dibayar hanya pada bulan Ramadhan). Sosialisasi ini dimasukkan ke dalam salah satu poin dalam sambutan Ketua Umum PP-TIM dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Cabang.

b)  Memperluas/ memperkuat dan jaringan untuk menjangkau lebih banyak muzakki, yang selama ini kurang/ belum tersentuh oleh TIM/BAZ, melalui berbagai lini, baik perorangan maupun lembaga, termasuk cabang.

 

2)  Penyaluran

a)  Sosialisasi tentang pemahaman penyaluran zakat, khususnya melalui cabang maupun perorangan.

b)  Peruntukan masing-masing shenif :

(1)  Shenif Fuqara disalurkan bagi kaum fakir melalui Cabang TIM masing-masing.

(2)  Shenif Masakin disalurkan kepada/untuk :

(a)  Kaum miskin hanya melalui Cabang TIM masing-masing.

(b)  Program zakat produktif/ BMT.

(3) Shenif Fi Sabilillah disalurkan kepada/untuk :

(a)  Mahasiswa (Diploma, S1, S2, S3, Skripsi, Tesis dan Disertasi), dengan prosedur dan persyaratan tertentu.

(b)  Meunasah Cabang TIM (pembangunan fisik dan guru ngaji TPA).

(c)  Biaya inventarisasi/ sertifikasi aset TIM.

(4) Shenif Gharimiin disalurkan untuk biaya pengobatan, korban musibah dan bencana alam, dan lain-lain).

(5)  Shenif Muallaf, disalurkan kepada/untuk :

(a)  Melanjutkan program pembinaan muallaf di Aceh, bekerjasama dengan Kanwil Kemenag dan MPU Aceh, dan pihak terkait lainnya.

(b)  Program Kaderisasi Da’i Muallaf dan pemberdayaan ekonomi

(c)      Santunan kepada muallaf di wilayah/ lingkungan TIM (bila ada).

(6) Shenif Ibnussabil disalurkan untuk bantuan tiket pulang (dan uang makan di perjalanan), dengan prosedur dan persyaratan yang ditentukan.

(7) Shenif Amiliin disalurkan kepada/untuk :

(a) Biaya operasional dan program BAZ :

–    Sosialisasi/ penyuluhan/ penerangan dan publikasi

–    Pembinaan SDM pengurus

–    Fasilitas/ sarana organisasi/ administrasi BAZ/ surat-menyurat, dan lain-lain.

(b) Personal Amiliin.

 

1.3. BADAN PENDAYAGUNAAN (BP) ASET TIM

a. Inventarisasi semua aset baik yang dikuasai/dimiliki PPTIM maupun Cabang TIM

b. Pengolahan data aset yang sudah terkumpul sampai kepada alternatif penyele-saiannya untuk memperoleh sertipikat Hak Atas Tanah.

c. Pertemuan/ rapat dengan PPTIM dan Cabang TIM untuk menjelaskan dan men-diskusikan hasil Pengolahan data aset tersebut.

d. Penyediaan dana dan SDM untuk urusan ke BPN dan instansi yang terkait lainnya dengan urusan penyelesaian sertipikat tanah.

e. Permohonan sertipikat ke BPN.

f. Bantuan Penjelasan atau dalam bentuk lainnya apabila ada kendala/ hambatan dalam penyelesaian sertipikat tanah.

g. Penyerahan sertipikat tanah dan hasil lainnya kepada PPTIM, Cabang TIM.

h. Penyelesaian masalah Yayasan Iskandar Muda (YIM)

i. Penyesuaian Yayasan TIM terhadap kebijakan PPTIM.

j. Penyesuaian Yayasan Wisma Mahasiswa Pelajar Indonesia terhadap kebijakan PPTIM

k. Jadwal waktu pelaksanaan sebagaimana terlampir

 

1.4. BADAN PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN (BPP) WISMA TIM

a. Pengembangan Wisma TIM

1) Penunjang

a) Operasional Administrasi

b) Koordinasi, Monitor, Evaluasi, informasi

2) Perencanaan dan IMB

a) Penyempurnaan Rancangan Teknis

b) Up-date RAB (Owner Estmt.)

c) Penyiapan IMB

3) Pengadaan Dana

a) Penyiapan Kegiatan

b) Penghimpunan Dana

4) Pengadaan Rekanan

a) Pengadaan Kontraktor

b) Pengadaan Konsultan Perencana

5) Pembangunan Gedung

a) Pelaksanaan Pembangunan

b) Pengawasan dan ST Pembangunan

b. Pengelolaan Wisma TIM

1) Kegiatan Penunjang Operasional Gedung

a) Operasional Administrasi

b) Operasional Keamanan Gedung

c) Operasional Kebersihan Gedung

d) House-keeping Services

 

2) Kegiatan Pelayanan Pengguna

a) Pelayanan Fasilitas Informasi

b) Pelayanan Fasilitas Gedung

 

3) Kegiatan Pemeliharaan Gedung

a) Pemeliharaan Rutin Gedung

b) Pemeliharaan Periodik Gedung

 

1.5. BADAN BANTUAN ADVOKASI ANGGOTA (BBAA)

a. Pembentukan Yayasan Bantuan Hukum/ Law Firm  Aceh

1) Uraian Kegiatan dan Tujuan

Bahwa pembentukan yayasan bantuan hukum ini merupakan wujud kepedulian PP-TIM terhadap masyarakat Aceh yang membutuhkan akses untuk mendapat-kan keadilan. Bahwa tidak hanya itu, yayasan bantuan hukum ini diharapkan bisa mengakomodir segenap potensi pemuda dan mahasiswa Aceh yang berkeinginan untuk berkiprah di dunia hukum.

Bahwa yayasan ini juga menjadi salah satu kekuatan di internal organ PP-TIM sebagai ujung tombak dalam menghadapi berbagai persoalan hukum yang akan muncul ke depan.

 

2) Waktu Pelaksanaan

Sudah dimulai awal 2013 dan akan di-launching setelah Persiapaan benar-benar matang, yang diperkirakan akan memakan waktu 1 s/d 2 tahun ke depan.

 

3) Kebutuhan Biaya

Biaya yang dibutuhkan untuk pembantukan belum dapat diperkirakan

4) Keterangan

Yayasan adalah payung dari lembaga hukum ini, lembaga hukum ini nantinya akan disusun kepengurusan berserta bidang-bidangnya. Pada saat ini badan advokasi hukum sedang merumuskan AD/ ART yayasan dan SOP lembaga hukumnya.

b. Diskusi/ Kajian Rutin Hukum Triwulan

Diskusi/ Kajian merupakan kebutuhan bagi sebuah organisasi, khususnya badan advokasi hukum,hal tersebut dikarenakan seiring perkembangan hukum dan peristiwa hukum yang begitu cepat dan pesat di tengah masyarakat sehingga menjadi sebuah keniscayaan akan kebutuhan infomasi-informasi yang terkini tentang hukum guna mengupgrade pengetahuan hukum anggota.

Diskusi/ kajian hukum sangat dibutuhkan sebagai sarana latihan dan mengasah kemampuan hukum anggota, yang akan mulai diadakan pada Juni 2013. Selanjutnya, setiap 3 bulan sekali, hingga Juni 2015. Biaya setiap diskusi : Rp. 2,000,000 x 8 kali diskusi = Rp. 16,000,0000, dari Juni 2013 s/d Juni 2015.

Untuk diskusi ini akan menghadirkan ahli-ahli hukum yang berkompeten baik dari internal organisasi maupun dari eksternal. Mengenai tema akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan hukum pada saat tertentu.

 

2. BIDANG-BIDANG

2.1. BIDANG PENDIDIKAN

a. Mengupayakan informasi tentang biaya perkuliahan dari kampus-kampus yang murah dan terjangkau bagi warga TIM kelas menengah ke bawah. Untuk itu perlu melakukan kunjungan ke kampus-kampus tertentu. Rencana anggaran biaya (RAB) kegiatan ini sekitar Rp 2.000.000,-, (biaya transportasi dan komunikasi).

b. Mengadakan seminar tentang motivasi dan pembinaan karakter bagi pemuda dan remaja, bertempat di Mess Aceh-Jakarta, dengan rencana anggaran biaya (RAB) kegiatan ini sekitar Rp 12.000.000,-, untuk biaya konsumsi dan pembicara.

c. Mengadakan pelatihan Leadership (kepemimpinan) dan Entrepreneurship (kewira-usahaan), bertempat di Mess Aceh-Jakarta, dengan rencana anggaran biaya (RAB) kegiatan ini sekitar Rp 12.000.000,-, untuk biaya konsumsi dan pembicara.

d. Mengadakan seminar tentang bahaya narkoba, bekerjasama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional), bertempat di Mess Aceh-Jakarta, dengan rencana anggaran biaya (RAB) sekitar Rp 12.000.000,-, untuk biaya konsumsi dan pembicara.

 

2.2. BIDANG PEMBERDAYAAN SDM

a. Mengadakan Forum Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Kapasitas ke-Acehan, yang diadakan 6 (enam) bulan sekali.

b. Meningkatkan kwalitas Profesionalisme Generasi Muda Aceh dalam Entrepreneurship dan Technoprenuership

c. Mengupayakan kerjasama dengan beberapa College di Singapura dan Malaysia untuk meningkatkan kemampuan Specific Skill yang belum ada/ jarang ada di Indonesia

2.3. BIDANG PENGEMBANGAN USAHA

a. Membuat dan menginventarisir kegiatan usaha (jenis dan lain-lain) masyarakat Aceh Jabodetabek, Banten dan Karawang dengan nama dan alamat serta data yang lengkap agar dapat/ mudah dihubungi oleh pihak-pihak yang membutuhkan.

b. Menginformasikan usaha-usaha yang ingin memperluas usahanya agar dapat mengangkat agen-agen yang lebih banyak dengan persyaratan yang wajar.

c. Mengadakan penyuluhan tentang ilmu tentang tata cara produksi yang baik (good manufacturing practices).

d. Menganjurkan agar perusahaan kecil ikut penyuluhan industri rumah tangga di Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

e. Mengadakan pertemuan berkala untuk memberikan informasi tentang peraturan-peraturan baru dari departemen/ kementerian teknis.

f. Mendirikan Baitul Maal wat-Tamwil (BMT) di Cabang TIM yang memungkinkan.

g. Mengusulkan agar alokasi zakat produktif diperbanyak/ diperbesar.

h. Memberi rekomendasi kepada lembaga keuangan agar dapat membantu usaha-usaha kecil tersebut.

i. Mengkoordinasikan agar usaha di bidang makanan Aceh setiap bulan puasa dan hari raya diutamakan (terutama makanan yang khas dan disenangi).

j. Memasyarakatkan kembali makanan Aceh yang enak dank has tapi sudah jarang ada agar kembali ditampilkan.

 

2.4. BIDANG INFORMASI

Bidang Informasi merupakan salah satu struktur organisasi TIM yang memiliki tugas mengembangkan informasi dan komunikasi, baik secara internal maupun eksternal guna membangun public opini, citra organisasi serta hubungan konstruktif dengan pemangku kepentingan. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut bidang Informasi TIM mengajukan program antara lain :

a. Membuka ruang komunikasi dan informasi secara intens dengan jangkauan luas melalui media internet. Media yang dikembangkan dalam bentuk website yang didesain sesuai kebutuhan organisasi TIM dan perkembangan masyarakat. Website ini diharapkan bisa dimanfaatkan baik untuk kepentingan internal pengurus maupun komunitas masyarakat Aceh di ujung dunia manapun.

b. Pengadaan fasilitas sambungan internet (speedy/ wifi) di sekretariat PP-TIM.

c. Pengadaan fasilitas database dan mailing list untuk pengelolaan dan penyimpanan data warga Taman Iskandar Muda di Jabodetabek, Banten dan Karawang.

d. Mengembangkan Bulletin INTIM menjadi media informasi dan komunikasi komunitas masyarakat Aceh se-Jabodetabek, Banten dan Karawang yang mengembangkan misi Tamaddun Aceh yang berbasis pada nilai religiusitas dan kebudayaan. Format Bulletin dan Majalah INTIM disajikan dalam format Tabloid, gaya semi popular, menarik dan inspiratif. Disajikan dalam bentuk cetakan & online yang diterbitkan 3 atau 4 bulanan.

e. Membangun komunikasi strategis yang melibatkan stakeholder bagi pengemba-ngan sumberdaya komunitas masyarakat Aceh, melalui media Lobby, Workshop, Forum Komunikasi, Jejaring Komunitas Aceh. Program ini dapat dirancang khusus dan bersinergi dengan bidang lain.

 

2.5. BIDANG KOMUNIKASI ORMAS DAN PEMERINTAH

 

a. Melayani dan memfasilitasi bidang-bidang lain yang memerlukan kerjasama ataupun komunikasi dengan Ormas lain serta Pemda dan Pemerintah Pusat.

b. Melakukan pertemuan dan komunikasi rutin dengan organisasi alumni yang berasal dari Aceh

c. Membantu dan bekerjasama dengan bidang lain untuk melakukan pelatihan guna meningkatkan pengetahuan/skill seperti perpajakan, kewirausahaan, dan lian-lian.

d. Bekerjasama dengan Ormas lain untuk mengadakan semacam seminar/ sarase-han dalam rangka member masukan kepada Pemprov Aceh, dengan kegiatan seperti Aceh Investment Fair.

 

2.6. BIDANG PEMBERDAYAAN EKONOMI

Pemberdayaan ekonomi merupakan suatu kebutuhan masyarakat pedagang kita melahui program “PP TIM Bina Pedagang” yang dilaksanakan oleh Bidang Pemberdayaan Ekonomi-Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM). Tujuannya yaitu terwujudnya masyarakat Aceh makmur, artinya terpenuhinya kebutuhan materiil masyarakat Taman Iskandar Muda di Jabodetabek–Banten–Karawang. Rumusan masalah: Pertama, apakah Bidang Pemberdayaan Ekonomi berfungsi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh, bagaimana implementasi fungsi tersebut. Kedua, bagaimanakah bentuk-bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh yang dilaksanakan.

 

a. Metode Evaluasi:

Bidang Pemberdayaan Ekonomi berfungsi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh dan lainnya. Hal ini dapat dianalisis: dari jawaban responden menyatakan bahwa mereka tetah mendapat penghasilan antara Rp. 000.000,- sampai dengan Rp. 000.000,- dari yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan. Serta yang memiliki penghasilannya meningkat antara Rp. 000.000,- sampai dengan Rp. 000.000,- dari penghasilan sebelumnya antara Rp. 000.000,- sampai dengan Rp. 000.000,-.

b. Bentuk-bentuk pemberdayaan ekonomi yang dilaksanakan:

Pertama, Kelangkaan Sumber Daya di Jabodetabek-Banten-Karawang (Tapakou Anggota).

1) Pedagang – Pengusaha

2) Pembinaan ilmu entrepreneurship.

 

Kedua, Pemberdayaan Ekonomi di Jabodetabek–Banten–Karawang (Tapakou Anggota).

1) Perorangan (pedagang, petani, dan nelayan)

2) Kelompok/kelembagaan.

Pedagang eceran, mereka diberi pinjaman modal berupa barang oleh toko “PP TIM Bina Pedagang” dengan bantuan tersebut keuntungan mereka antara 00 % sampai dengan 00 %, dan pertambahan modal mereka dalam setahun antara Rp. 000.000,- sampai dengan Rp. 0.000.000,-,

Ketiga, Tekad kita membangun Aceh (Tahiro Gampong dan Tajunjong Nanggroe).

Pencerahan ilmu entrepreneurship, sasaran: sekolah, akademi, universitas dll di Aceh.

Keempat, Memotivasi pengusaha Indonesia yang lebih kreatif dan inovatif di Jabodetabek–Banten–Karawang (Peuluah Syeidara).

Kelima, Organisasi ekonomi di Jakarta (Tapakou Anggota dan Peuluah Syeidara).

1) Mendirikan Badan Usaha Milik PP-TIM (BUMTIM) dengan menggerakkan warganya dalam menghimpun dana guna dijadikan modal untuk berfungsi PT. Banda Daya Investama (PT. BDI). Melalui PT. BDl Bidang Pemberdayaan Ekonomi melaksanakan pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh,

2) Membetuk organisasi himpunan pengusaha TIM (HPTIM).

 

2.7. BIDANG SOSIAL                                                                                                                   

a. Tapakou Anggota

Dalam menjaga kesejahteraan lahir dan bathin Anggota :

1) Kegiatan Reguler  (But Udeep dan But Matee) :

a) Mengunjungi/ membezuk warga Aceh yang mengalami musibah (sakit, kecelakaan dan meninggal).

b) Menghadiri Samadiah

c) Menghadiri Undangan Walimah

d) Menyebarluaskankan informasinya kepada warga TIM umumnya, terkait dengan kerja udep dan kerja matee.

2) Bantuan Untuk Anggota :

a) Membantu anak yatim/ piatu, anak putus sekolah, warga tidak mampu di lingku-ngan masyarakat Aceh Jabodetabek, Banten dan Karawang.

b) Melakukan  pembelaan Anggota yang bermasalah dalam ranah hukum.

3) Sarana Kerja :

a) Mengupayakan pengadaan mobil ambulans/ mobil jenazah per Wilayah, guna memudahkan jangkaun kerja,  dan menyusun manajemen pengelolaan/ pengoperasiannya.

b) Membentuk Pos Tanggap Darurat dan Perlengkapan Kerja (helm, life jacket, perahu karet  dan lain-lain)

4) Supervisi & Memonitoring : Membantu Cabang dalam program & kegiatan  Sosial dari masing-masing cabang .

5) Pemberdayaan dan Kesejateraan :

a) Pemberdayaan kesejahteraan anggota dalam bidang ekonomi lewat program networking, bantuan manajemen  dan micro financing .

b) Pemberdayaan kesejahteraan batiniah (pembinaan iman & karakter) penga-jian, kuliah umum dan Seminar.

c) Asuransi Kesehatan bagi anggota kurang mampu.

6) Bekerjasama dengan para tokoh Aceh dalam mendukung program Bidang Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Anggota.

7) Rescue & Recovery :

a) Membentuk Unit Team Rescue (Tanggap Darurat) dalam evakuasi atau pertolo-ngan korban Bencana Alam

b) Alokasi resource : sekeretariat, penanggung jawab, dana, sarana kerja.

c) Bantuan Pemulihan pasca musibah

8) Kerjasama dengan pihak luar :

a) PMI & BASARNAS bagi pendidikan Tenaga Relawan Tanggap Darurat guna merespon bencana alam dan Pembuatan Standar Prosudur Penanganan Musibah

b) Diskes DKI untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan untuk para Anggota

c) Dinas Sosial DKI dalam rangka mendapat dana Sosial.

d) BAZIS DKI dalam rangka mendapat dana Sosial dan Beasiswa

e) Kerjasama dengan Bank, dalam bantuan micro financing.

b. Tahiro Gampong

Sebahagian besar Anggota TIM lahir dan dibesarkan di Aceh, ikatan batin dan kepeduliaan pada Gampong cukup besar, maka perlu dilakukan :

1) Menghimpun, mengkoordinir dan mengirim bantuan untuk Bencana Alam Skala besar di Aceh.

2) Saweu Gampong dan Silaturahmi  dengan Pemprov Aceh dan Dati II Aceh.

3) Ikut menjembatani Pemda Aceh dan Dep Sosial dalam perbaikan sosial di Aceh

 

c. Peuluah Syedara

Orang Aceh perlu memperbesar dan memperluas pengaruhnya dan mendapatkan dukungan dari luar Ureung dan PEMDA ACEH, karenanya dirasakan perlu :

1) Silaturahmi dengan Pemda DKI, Banten, Bekasi, Karawang, Cilegon, Bogor dll.

2) Berpartisipasi dalam membantu Korban bencana Alam di Lokasi domisili Cabang.

 

d. Tajunjong Nanggroe

Ureung Aceh berjiwa kosmopolitan, dapat berinteraksi dan diterima dimana saja. Untuk memperkuat keberadaannya, maka perlu :

1) PP-TIM dan Cabang aktif dalam memperingati even-even penting Negara,  seperti Hari Kemerdekaan (HUT) RI dan lain-lain.

2) TIM Cabang aktif dan terlibat dalam memperingati even-even Pemda setempat, dalam rangka memperkuat posisi sosial dilingkungan domisili.

 

2.8. BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

 

a. Menyelenggarakan Rakor Bidang Pemberdayaan Perempuan (PP), dengan sasaran :

– Meningkatkan silaturrahim dengan Cabang TIM, khususnya Seksi Kewanitaan (PP).

– Meningkatkan kapasitas SDM perempuan TIM di masing-masing Cabang TIM.

– Penguatan komitmen berorganisasi/ konsolidasi

Kegiatan ini direncanakan diadakan pada bulan Mei 2013 (setelah Raker PP-TIM 1/ 2013),diikuti oleh unsur seluruh Cabang TIM serta Pengurus dan Anggota Bidang PP.

b. Membentuk Rumah Pintar (RUMPIN) untuk memberdayakan masyarakat di sekitar RUMPIN. Kegiatan ini direncanakan diadakan pada bulan September 2013.

c. Membentuk Majelis Ta’lim TIM Bidang Pemberdayaan Perempuan, dengan sasaran :

– Kajian Islam Da’wah Islamiyah

– Meningkatkan ukhuwah Silaturrahim sesama Pengurus Pusat dan Pengurus Cabang.

d. Mengadakan kursus keterampilan seperti: merangkai sirih, membuat kasab, masakan khas Aceh, dan hidangan hantaran, dengan sararan program:

– Mendorong dan memberdayakan kreativitas Seksi Pemberdayaan Perempuan (Seksi Kewanitaan) di 44 CabangTIM, untuk dapat meningkatkan nilai ekonomi.

– Memberikan edukasi yang bersifat keterampilan/ teknis kepada perempuan Aceh di Jabodetabek, Banten dan Karawang.

e. Mengadakan even budaya dan kerajinan masing-masing Kota/Kabupaten di Aceh dalam rangka melestarikan ciri khas dari masyarakat Kabupaten/ Kota dimaksud.

f. Pelatihan dan Pembentukan Forum Perempuan Aceh, untuk meningkatkan kreativitas dan perekonomian pengusaha UKM bagi perempuan TIM Cabang.

g. Menyusun dan menerbitkan Buku Resep Madakan Tradisional Aceh, sebagai salah satu sarana promosi dan memasyarakatkan masakan khas Aceh.

 

2.9. BIDANG PEMBINAAN REMAJA DAN ANAK-ANAK

a. Membuat database anak-anak di lingkungan masyarakat Aceh Jabodetabek, Banten dan Karawang, menurut kelompok usia, pendidikan, permasalahan, dan lain-lain.

b. Pelatihan MC untuk remaja dan anak-anak, dalam tiga bahasa :

– Bahasa Indonesia : (oleh Ibu Yenny Fahmi)

– Bahasa Inggris : (oleh Putri dari Ibu Cut Hasanah)

– Bahasa Aceh : (oleh Ibu Cut Yohasmi)

c. Mengadakan lomba kegiatan keagamaan bagi remaja dan anak-anak (seperti baca-tulis Al Qur’an, adzan, dan lain-lain).

 

2.10. BIDANG AGAMA

a. Kegiatan Ramadhan, diisi dengan acara: buka puasa dan shalat taraweh bersama, Tausyiyah, Pengumpulan Zakat (BAZ TIM), dan Silatutrrahim, dengan maksimal penyelenggaraan oleh PP-TIM sebanyak 8 kali setiap Ramadhan (satu tahun). Pelaksanaannya akan diatur kemudian.

b. Pengajian rutin tahunan, berupa ceramah agama dan zikir nasional, yang dise-lenggarakan setahun sekali. Pelaksananya PP-TIM, c.q Bidang Agama.

c. Pembentukan Korp Mubaligh TIM : Pelaksanaan dan pembahasan oleh PP-TIM, serta Pembentukan Pengurusnya menunggu keputusan Raker PP-TIM 1/ 2013.

d. Pelatihan untuk pengurusan dan penyelenggaraan jenazah, serta pemantapan dan pengkaderan khatib.

e. Penanganan musibah, pengurusan jenazah dan penyelenggaraan ta’ziah, setiap ada musibah kematian di lingkungan warga TIM.

f. Pembinaan Al Qur’an, berupa: Pemberantasan buta huruf baca-tulis Al Qur’an dan pelatihan/ pembinaan tahfiz Al Qur’an (juz 30). Sebelumnya dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan Pengurus Cabang masing-masing.

g. Pengadaan lahan kuburan untuk masyarakat Aceh di Jakarta, yang pelaksanaan dan pembahasannya oleh PP-TIM.

 

2.11. BIDANG PEMUDA DAN OLAHRAGA

 

a. Pemuda :

– Muhibbah Pemuda Aceh Jakarta ke Malaysia, dengan penanggung-jawab : Drs. H. Arief Jamaluddin, M.Si.

– Pembangunan Acheh Islamic Training Centre di Parung, dengan penanggng jawab : Ir. M. Ali Bardan

b. Olahraga :

Turnamen Olahraga Santai-Serius, dengan penanggungjawab: Syarifuddin Ali

c. Kegiatan Partisipatif :

Kegiatan lain yang dilaksanakan secara partisipatif dan insidentil di Bidang Pemuda dan Olahraga, dengan penanggungjawab : Ir. Fadhlullah T. M. Daud.

 

2.12. BIDANG KEBUDAYAAN

a. Mengadakan  pertemuan/ silaturrahim  antar  pengurus  untuk  membahas  hal adat-istiadat, kebiasaan, kesantunan, dan warisan budaya leluhur,yang perlu dilestarikan mengingat saat ini telah pudar di dalam tindak-tanduk keseharian masyarakat Aceh. Kegiatan ini dilakukan rutin dua bulan sekali di tempat yang ditentukan kemudian.

b. Mengadakan seminar seni adat dan budaya Aceh dalam rangka melestarikan dan menyamakan persepsi seni adat budaya Aceh.

c. Mengadakan malam Budaya Aceh dengan tema: “Semalam di Tanah Rencong”.

 

3. KESEKRETARIATAN

3.1. Program Rutin

a. Mengembangkan sistem dan prosedur kesekretariatan organisasi TIM, dalam upaya peningkatan efisiensi dan efektifitas kegiatan organisasi.

b. Mengkoordinir penyelenggaraan rapat-rapat organisasi beserta keputusan-keputusannya, sesuai dengan kebijaksanaan umum organisasi TIM.

c. Mengelola fungsi-fungsi Sekretariat pada umumnya, dan melakukan koordinasi dengan Cabang, Badan-badan, Bidang-bidang, & Organisasi Sektoral/ Lokal.

d. Mengkoordinasikan penyelenggaraan fungsi administrasi Kesekretariatan, termasuk surat-menyurat, filing, dan lain-lain.

e. Mendorong terwujudnya profesionalisme dalam pengelolaan organisasi di tingkat Pusat, Cabang, dan Organisasi Lokal.

 

3.2. Program Khusus

a. Menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) PP-TIM sebagaimana diatur AD TIM, selama periode 2012-2016

b. Membuat buku panduan kerja TIM yang memuat AD/ART, susunan Pengurus Pusat TIM dan Pengurus inti Cabang (Ketua, Sekretaris, Bendahara), nama dan alamat Cabang/ Organisasi Lokal/ Sektoral, serta informasi lain yang dianggap perlu.

c. Pengadaan fasilitas website untuk mendukung mobilitas arus informasi dan komunikasi, baik internal maupun eksternal TIM, bekerjasama dengan Bidang Informasi.

d. Standarisasi logo di semua tingkatan kepengurusan, termasuk kop surat dan stempel, serta perlengkapan stationary lainnya sedemikian rupa,sehingga dapat meningkatkan citra TIM sebagai organisasi secara optimal.

e. Melakukan monitoring efektivitas Cabang, dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang, dan evaluasi laporan-laporan dari masing-masing Cabang.

f. Menyelesaikan penyusunan Buku Sejarah TIM.

g. Pendataan warga TIM

 

4. KEBENDAHARAAN

4.1. Menyusun Anggaran Pendapatan dan Biaya Tahunan Organisasi (APBTO) TIM, menge-lola anggaran dan melakukan pengendaliannya.

4.2. Menginventarisasi dan membina hubungan baik dengan para donatur (termasuk muzaki)

4.3. Mengatur sistem dan mengefektifkan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan infaq dan shadaqah bagi kepentingan TIM.

4.4. Melakukan koordinasi dengan Badan Amil Zakat (BAZ) TIM dalam hubungannya dengan penerimaan dan penyaluran zakat maal.

4.5. Membuat laporan bulanan tentang perkembangan keuangan TIM dan melaporkan pada setiap pertemuan/ rapat PPTIM, serta membuat laporan tahunan keuangan PPTIM termasuk untuk disampaikan kepada donatur bila dianggap perlu.

4.6. Melakukan inventarisasi dan penelitian terhadap keberataan BMT yang pernah difasili-tasi oleh Taman Iskandar Muda, berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan.

4.7. Bersama Badan Pengawas Keuangan melakukan Inventarisasi dan penelitian ter-hadap keberadaan Yayasan yang berada dibawah fasilisasi Taman Iskandar Muda.